
Surabaya - Komplotan pelaku pencurian di Rungkut Kidul diduga menggunakan modus hipnotis. Sehingga dengan mudah, seluruh harta benda korban bisa dikuras kawanan perampok.
Kesimpulan ini berdasarkan keterangan korban, saksi dan olah TKP. Korban tidak sadar bahwa rumahnya telah disatroni perampok yang mengusung barang berharganya.
"Korban tidak sadar dan hanya mengingat satu orang pelaku saja. Padahal pelaku lebih dari satu orang," kata Kapolres Surabaya Timur, AKBP Samudi, kepada detiksurabaya.com via telepon selulernya, Selasa (19/1/2010).
Modus ini, lanjut Samudi, digunakan oleh perampok untuk mempersulit kinerja polisi. Pasalnya dengan hipnotis, korban tidak sadar dan data yang didapatkan sudah tentu sangat minim.
"Model pencurian seperti ini adalah model kalem. Dalam kasus ini korban dibuat tidak sadar sehingga tidak mengetahui detail ciri-ciri pelaku tersebut," tegasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, rumah milik Aries Hariyanto, pengusaha property di Rungkut Kidul V blok N4 disantroni komplotan pencuri. Dalam insiden ini korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1 miliar.(bdh/bdh)
Sumber: Detiknews.com, Selasa, 19/01/2010 08:30 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar